Puasa, Nafsu dan Bersyukur

Puasa, Nafsu dan Bersyukur

The Errol Way

Senja yang terlukis di langit kemerahan mulai mendekap hamparan sawah yang kekuningan. Sebagian warna biru langit mulai bercampur dengan warna senja dan sawah, sungguh lukisan yang sempurna. Lukisan ini sering terlukis dan diperhatikan ketika berpergian menggunakan kereta. Saatnya temen-temen muslim untuk berbuka puasa. Perjuangan sehari itu patut dirayakan. Setelah berbuka, tidak lupa mengucap syukur dan mulai berkumandangkan doa. Pemandangan yang syahdu, berdoa bisa dilakukan di mana saja.

Puasa bisa berarti menahan diri atas sesuatu. Misalnya puasa makan maka ia sedang melatih diri untuk tidak makan. Mungkin menahan diri untuk tidak makan masih sanggup dilakukan. Namun dibalik itu, ujian sebenarnya adalah menahan nafsu. Tidak makan adalah aktivitas nyata sementara nafsu yang berhubungan dengan emosional seseorang yang dapat menyebabkan hasrat atau keinginan agak menjadi tantangan. Bukan karena lapar ia makan, namun ia tergoda akan nafsu. Kita harus berpegang teguh pada pendirian agar tidak tergoda nafsu tersebut. Akan tetapi nafsu bukan berarti hal…

View original post 90 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s