Pulau Dewata

Bali Utara merupakan surganya air terjun, selain lumba-lumba di Pantai Lovina yang ikonik. Cukup lama saya berkutat dengan om Google mencari tahu keberadaan 7 air terjun yang ada di desa Sambangan. Sepertinya hampir mirip-mirip air terjunnya, akhirnya saya menanyakan ke salah satu staff hotel tempat kami menginap di daerah Pantai Lovina. Mereka menyarankan untuk ke … Continue reading Pulau Dewata

Advertisements

Dari Kegelapan Menuju Cahaya

Aung San Suu Kyi, dari negara tetangga, Myanmar, dengan gelar “The Lady” menerima penghargaan nobel perdamaian atas perjuangannya. Suu Kyi memajukan demokrasi di negaranya tanpa kekerasan yang menentang rezim militer. Kisah lainnya dari negeri yang terkenal akan dunia perangnya, Pakistan. Malala Yousafzai, gadis belia yang tumbuh di bawah pemerintahan Taliban. Murid sekaligus aktivis pendidikan dan aktivisme hak-hak perempuan di negaranya. Wanita-wanita ini hidup di lingkungan serba terbatas bagaikan sekuntum bunga yang mekar di semak belukar. Keberanian dan semangat juang yang membuat mereka tumbuh subur.

Tak tertinggal kisah dari bumi pertiwi, tanah air yang kucintai, Indonesia. Menilik kembali sejarah salah satu pejuang wanita di Indonesia, Raden Ajeng Kartini, kelahiran Jepara, Jawa Tengah yang juga memberikan kesan mendalam dibalik sosok lemah lembutnya. Jujur saja hati ini terketuk kembali. Dari bangku sekolah sudah diperkenalkan perjuangannya di pelajaran sejarah namun saat itu hanya sebatas hapalan agar dapat nilai bagus. Setelahnya tidak ada makna yang terserap. Memperingati hari Kartini tiap tahun dan menyanyikan lagunya namun jika tidak memahami semangat beliau rasanya kurang pantas bagi seorang wanita Indonesia yang menerima pendidikan tinggi dengan bebas di era ini. Hal ini berlaku bagi saya.

Singkat cerita, Kartini berasal dari kalangan priyayi, bangsawan Jawa. Putri mulia yang berhasil mengenyam pendidikan sampai umur 12 tahun. Kepiawaiannya berbahasa Belanda membawa ia mengenal cara berpikir wanita-wanita modern Eropa yang mempunyai hak sama dengan kaum Adam. Kartini kerap berkorespondensi dengan teman-temannya di Belanda. Tersirat perempuan Indonesia dengan status sosial yang rendah, beliau memperjuangkan wanita Indonesia untuk mendapat kebebasan dan persamaan derajat memperoleh pendidikan. Kecintaan dan kepatuhannya pada kedua orangtuanya, ia dipingit di umur 24 tahun dan meninggalkan cita-citanya untuk melanjutkan studi di Belanda. Tidak patah semangat dan beruntung suami Kartini mendukung cita-citanya. Akhirnya berdirilah sekolah Kartini di Rembang. Kartini meninggal di usia muda 25 tahun. Setalah wafat, surat-surat Kartini dibukukan dengan judul “Door Duisternis tot Licht” yang artinya “Dari Kegelapan Menuju Cahaya”.

Selain melahirkan semboyan “Habis gelap terbilah terang“, masih banyak nasehat Kartini dalam buku maupun suratnya yaitu:

–  Sepanjang hemat kami, agama yang paling indah dan paling suci ialah Kasih Sayang. Dan untuk dapat hidup menurut perintah luhur ini, haruskah seorang mutlak menjadi Kristen? Orang Buddha, Brahma, Yahudi, Islam, bahkan orang kafir pun dapat hidup dengan kasih sayang yang murni.

– Dan biarpun saya tiada beruntung sampai ke ujung jalan itu, meskipun patah di tengah jalan, saya akan mati dengan rasa berbahagia, karena jalannya sudah terbuka dan saya ada turut membantu mengadakan jalan yang menuju ke tempat perempuan Bumiputra merdeka dan berdiri sendiri.

– Lebih banyak kita maklum, lebih kurang rasa dendam dalam hati kita. Semakin adil pertimbangan kita dan semakin kokoh dasar rasa kasih sayang. Tiada mendendam, itulah bahagia.

– Saat suatu hubungan berakhir, bukan berarti 2 orang berhenti saling mencintai. Mereka hanya berhenti saling menyakiti.

– Ikhtiar! Berjuanglah membebaskan diri. Jika engkau sudah bebas karena ikhtiarmu itu, barulah dapat engkau tolong orang lain.

Sudah lebih mengenal ibu kita Kartini, putri sejati, putri Indonesia kan? Berpanduanlah akan semangat dan kegigihan Kartini.

Ibu kita Kartini
Putri sejati
Putri Indonesia
Harum namanya …

The Errol Way

Aung San Suu Kyi, dari negara tetangga, Myanmar, dengan gelar “The Lady” menerima penghargaan nobel perdamaian atas perjuangannya. Suu Kyi memajukan demokrasi di negaranya tanpa kekerasan yang menentang rezim militer. Kisah lainnya dari negeri yang terkenal akan dunia perangnya, Pakistan. Malala Yousafzai, gadis belia yang tumbuh di bawah pemerintahan Taliban. Murid sekaligus aktivis pendidikan dan aktivisme hak-hak perempuan di negaranya. Wanita-wanita ini hidup di lingkungan serba terbatas bagaikan sekuntum bunga yang mekar di semak belukar. Keberanian dan semangat juang yang membuat mereka tumbuh subur.

Tak tertinggal kisah dari bumi pertiwi, tanah air yang kucintai, Indonesia. Menilik kembali sejarah salah satu pejuang wanita di Indonesia, Raden Ajeng Kartini, kelahiran Jepara, Jawa Tengah yang juga memberikan kesan mendalam dibalik sosok lemah lembutnya. Jujur saja hati ini terketuk kembali. Dari bangku sekolah sudah diperkenalkan perjuangannya di pelajaran sejarah namun saat itu hanya sebatas hapalan agar dapat nilai bagus. Setelahnya tidak ada makna yang terserap. Memperingati…

View original post 342 more words

Matahari yang Memberikan Keberuntungan

Menyambut bulan ujian nasional, errol pun mengangkat tema mengenai ujian di minggu ini. Salah satu admin errol juga ikut meramaikannya. Yapp, entah karena sudah lama terlena akan dunia kerjaan atau apa, dunia yang sepertinya selalu statis karena masih di titik yang sama walaupun sebenarnya begitu banyak proses di dalamnya. Ketika dihadang ujian pastinya akan ada perasaan gugup dalam diri ini. Namun ujian kali ini sebenarnya adalah pilihan. Sedang mencoba untuk merubah jalan ke depannya namun harus fokus akan prosesnya saat ini.

Sebelum menentukan tanggal ujian, ada begitu banyak pertimbangan. Sementara waktu terus berjalan. Semakin terdesak semakin cepat keputusan harus dibuat. Sampai akhirnya tanggal ujian ditetapkan dan banyak persiapan yang harus dilakukan khususnya latihan. Dengan latihan akan membuatmu terbiasa. Ingin rasanya segera menyelesaikan ujian itu. Di sisi lain, khawatir juga waktu berlalu dengan cepat karena merasa belum ahli. Bagiku, semakin cepat semakin bagus. Banyak to-do list yang akhirnya harus di-pending dulu. Waktunya menyusun kembali prioritas yang ada.

Begitu banyak tips yang tersedia untuk menghadapi ujian itu, namun rasanya seperti teori. Apakah harus sering ujian untuk mengalahkan kegugupan ini? Tidak juga, dengan persiapan matang dan latihan yang dilakukan, sedikit banyak akan membantu. Sesekali cobalah untuk tersenyum untuk mencairkan ketegangan yang ada. Waktunya belajar maka belajarlah, sesekali berikan penghargaan atas usaha yang telah kamu lakukan, bersantailah sebentar.

Seperti ajaran sederhana dari Ajahn, ketika kamu mengangkat gelas berisi air dalam 1 menit maka kamu akan merasa enteng. Dalam beberapa menit ke depan, kamu akan mulai merasa kesakitan dan tanganmu mulai kesemutan. Apa yang harus kamu lakukan? Mengapa tidak coba kamu letakkan sebentar gelas itu dari genggamanmu? Maka ketika kamu mengangkatnya kembali, kamu akan merasa lebih mudah untuk beberapa menit ke depannya.

Dan saatnya menanti hasil. Hasil jelek akan membuatmu untuk mengetahui kesalahanmu dan belajarlah darinya. Hasil bagus janganlah membuatmu bangga hingga lupa akan daratan. Peruntungan juga turut andil untuk hasilnya. Biarlah bunga matahari ini memberikan sinar keberuntungannya.

The Errol Way

Menyambut bulan ujian nasional, errol pun mengangkat tema mengenai ujian di minggu ini. Salah satu admin errol juga ikut meramaikannya. Yapp, entah karena sudah lama terlena akan dunia kerjaan atau apa, dunia yang sepertinya selalu statis karena masih di titik yang sama walaupun sebenarnya begitu banyak proses di dalamnya. Ketika dihadang ujian pastinya akan ada perasaan gugup dalam diri ini. Namun ujian kali ini sebenarnya adalah pilihan. Sedang mencoba untuk merubah jalan ke depannya namun harus fokus akan prosesnya saat ini.

Sebelum menentukan tanggal ujian, ada begitu banyak pertimbangan. Sementara waktu terus berjalan. Semakin terdesak semakin cepat keputusan harus dibuat. Sampai akhirnya tanggal ujian ditetapkan dan banyak persiapan yang harus dilakukan khususnya latihan. Dengan latihan akan membuatmu terbiasa. Ingin rasanya segera menyelesaikan ujian itu. Di sisi lain, khawatir juga waktu berlalu dengan cepat karena merasa belum ahli. Bagiku, semakin cepat semakin bagus. Banyak to-do list yang akhirnya harus di-pending

View original post 166 more words

Hidup adalah Perjalanan

Yeayyy, hidup adalah perjalanann…

The Errol Way

View original post 493 more words