Dunia Peri

Kucoba mengingatnya kembali. Kami ke sana menggunakan bus dari kota Jiuzhaigou. Bus nya sangat nyaman dengan perjalanan sekitar 2-3 jam. Selama perjalanan, pemandangan disajikan dengan kontur pegunungan salju, bukit hijau, kabut, yak dan gembalanya. Itulah pertama kalinya saya melihat yak, sejenis sapi hanya saja karena lingkungan yang mengajaknya beradaptasi sehingga memiliki rambut yang panjang untuk menjaganya tetap hangat.

Sesampainya kami cek in dulu di penginapan di sebelah taman nasional Huanglong. Waktu menunjukan pukul 10:00 dan saatnya kami bergegas.
Untuk menghemat waktu kami ke atas dengan menggunakan kereta gantung. Hujan membuat area ini tambah dingin dan berkabut.

Ia dikenal sebagai naga kuning, dunia peri, area skenik dan bersejarah di daerah pegunungan Minshan yang terkenal akan kolam berwarna dan bertingkat. Saat itu adalah musim gugur, waktu yang tepat karena dedaunan, pepohonan dan lumut memamerkan warna kulit nya yang paling beragam dari beragamnya hijau, kuning, oranye dan merah. Benar sesuai julukannya, lumut yang terbentuk seperti dunia peri mini, sungguh skenik.

Perut yang dari tadi siang tidak diisi makanan berat membawa langkah kami semakin cepat. Sesampainya di bawah sekitar pukul 17:00 dan desa kecil ini sudah sepi pada waktu itu. Bahkan restoran tempat kami menginap juga menyajikan makanan terakhir setelah pesanan kami. Bersyukurlah.


Repost from my Instagram on Jan 29, 2017.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s