Semangat Mentari

Bali itu paling seru karena paginya kamu bisa daki gunung, siangnya bisa ke air terjun ataupun ke pantai!“, ucap teman baru yang kami kenal saat mendaki turun dari Batur.

Memang tidak banyak informasi yang saya dapat ketika bercengkerama dengan om Google tentang Gunung Batur. Tidak ada informasi tentang biaya resmi yang harus dibayar untuk mendaki. Bahkan saya diinfo untuk membayar guide per orang dengan biaya 400 ribu dari host tempat saya menginap di sana dan wajib menggunakan guide!

Tepatnya jam 4:00 subuh kami berangkat, hanya saya dan adik. Nekad aja, kalau memang harus pakai guide dengan biaya ratusan maka saya memilih tidak daki. Sampai di parkiran, area lumayan sepi karena memang seharusnya daki dimulai jam 3:30 jika ingin melihat sang mentari.

Kami pun mencari-cari apakah ada sisa pendaki yang bisa kami tebengi untuk mengikuti jalur trekking. Ada sekumpulan group yang ternyata adalah para guide, namun mereka cukup sopan untuk menawarkan jasa mereka dan kami tolak dengan halus. Tidak jauh dari tempat kami parkir ada beberapa wisman, akhirnya ada teman juga. Tanpa pikir panjang, kami hanya mengekor mereka melewati pos pelaporan. Namun kami dipanggil untuk melapor dahulu. Lagi, kami ditawari jasa guide dengan sopan. Untuk pelestarian dikenakan 10 ribu per orang, karena buru-buru ingin mengejar wisman tadi, kami lupa untuk meminta tiket tersebut.

Alhasil hanya kami berdua di pintu masuk. Gelap, dingin dan sepi!! Cukup banyak jalan bercabang yang sama sekali tidak ada penanda namun insting kami masih benar sampai di satu tempat yang membuat kami ragu dan beruntungnya ada sepasang wisman dan guide di belakang kami!

Sebenarnya jika sudah sampai di kaki gunungnya, treknya sangat jelas dan hanya mendaki. Beberapa pendaki memutuskan untuk balik turun karena cuacanya mulai mendung. Sekitar 1,5 jam kami sampai puncak dan sang surya sepertinya masih malu-malu di peraduannya sambil menikmati angin sepoi dan langit berawan.  Namun mentari dengan semangatnya sesuai waktu bersinar di balik awan gelap itu.

Nikmati apa yang sedang dilakukan saat ini walaupun ada perasaan ragu, khawatir dan takut, rasanya ingin segera melewati momen itu. Namun dibalik semuanya itu akan menjadi cerita dan pengalaman, bahkan menjadi cerita yang paling berkesan.


Repost from my Instagram on Jan 17, 2017.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s