Alih-Alih Khawatir

Alih-alih khawatir …

The Errol Way

Lorong panjang berkabut itu sepertinya tidak akan pernah habis dilalui. Kaki ini pun hanya bisa berlari secepat mungkin, tidak mengenal arah, hanya mencari seberkas cahaya di ujung lorong. Beberapa kali kuterjatuh karena gelapnya lorong itu. Dan malam itu terasa begitu lama seperti pagi yang tidak mungkin kunjung datang. Pikiran dan perasaan yang melekat itu selalu hadir, tidak pernah absen sehingga menutup mata hati kecil ini untuk menggapai cahaya di ujung lorong. Capaikah kamu?

Khawatir, pikiran dan perasaan inilah yang selalu dibawa dan disetiakan. Ketika kedua mata ini terbuka di pagi hari, tanpa disadari khawatir itu duluan menyapa. Terkadang khawatir mengalahkan rasa syukur. Seperti hujan di pagi hari, khawatir mulai menggerogoti pikiran ini. Apakah nantinya menyebabkan banjir, macet dan akhirnya akan kesiangan ke kantor? Mungkin sebagian lagi akan resah jika rumah dan sekitarnya terendam banjir. Bagaimana kalau cuaca cerah? Khawatir juga perjalanan akan terhambat dan lain sebagainya. Intinya pasti ada rasa…

View original post 373 more words

Advertisements

Dunia Peri

Kucoba mengingatnya kembali. Kami ke sana menggunakan bus dari kota Jiuzhaigou. Bus nya sangat nyaman dengan perjalanan sekitar 2-3 jam. Selama perjalanan, pemandangan disajikan dengan kontur pegunungan salju, bukit hijau, kabut, yak dan gembalanya. Itulah pertama kalinya saya melihat yak, sejenis sapi hanya saja karena lingkungan yang mengajaknya beradaptasi sehingga memiliki rambut yang panjang untuk … Continue reading Dunia Peri

Keinginan di antara Impian

Keinginan di Antara Impian

The Errol Way

Aku ingin begini
Aku ingin begitu
Ingin ingin itu banyak sekalii
Semua semua dapat dikabulkan
Dapat dikabulkan dengan kantong ajaibb…

Apakah keinginan itu dapat dengan mudah dikabulkan dengan kantong doraemon? Apa sih pesan tersirat dari lantunan doraemon tersebut?

Terlalu banyak keinginan namun tidak mempunyai tekad dan usaha untuk menggapainya bagaikan penikmat mimpi.

Hanya angan-angan yang selalu diimpikan di setiap waktu lamunannya. Namun bukan berarti kita tidak boleh bermimpi. Beberapa di antara kita mungkin akan melahirkan bibit tekadnya ketika bermimpi. Mereka yang memilih bangun dari tidurnya untuk meraih impiannya.

Impian dan cita-cita sama-sama bermula dari satu titik yang sama yaitu keinginan. Namun biasanya cita-cita lebih identik ke profesi yang  diinginkan. Sejak duduk di bangku sekolah dasar, guru sering menanyakan cita-cita kita. Cita-cita itu ditancap di pikiran kita sebagai tujuan hidup. Saat itu kita berlomba dan bebas menentukannya sesuai keinginan. Perlahan ia bisa memudar ketika kita yang beranjak dewasa, kita yang ternoda…

View original post 88 more words

Hidup Bagaikan Air

Reblog post from theerrolway.wordpress.com

The Errol Way

“Bagaikan air hujan yang jatuh ke bumi. Ia akan bangun dalam wujud uap membentuk titik-titik air di awan.”

Jatuh dan bangun lagi. Adik bayi beberapa kali mendaratkan pantatnya kembali ke landasan kasurnya. Kakinya begitu mungil, pendek dan belum bertenaga. Pelan-pelan dia mencoba menggapai pegangan dan jatuh lagi. Sesekali dia merengek manja, lalu dicobanya kembali. Mungkin merangkak merupakan usaha pertama yang bisa dia perjuangkan. Sampai akhirnya dia bisa menggapai mainannya. Dia menjadi ahli untuk memporakporandakan kamarnya dengan mainannya.

Beranjak dewasa dia mulai belajar banyak hal. Beberapa kali dia jatuh. Pertama kalinya dia belajar naik sepeda, banyak stiker lucu yang bertandang di lututnya. Jatuh tidak membuatnya berhenti belajar. Semakin sering dia jatuh, semakin giat dia, semakin meluap tawanya diselingi rintihan perihnya luka di lutut. Lalu dengan bangganya dia membunyikan lonceng sepedanya, melambaikan tangan ke ibunya dan mengendarai sepedanya menuruni jalanan turunan yang membawanya seakan melayang.

Dari kecil, setiap manusia…

View original post 253 more words

Kolam Abadi

Kepulangan kali ini ke Medan harus diselipin buat explore alamnya. Yang bisa ditelusuri dalam 1 hari dan dekat dengan kota Medan. Ada beberapa pilihan yang disuggest sahabatku dan akhirnya saya putuskan ke Kolam Abadi. Kolam abadi saat itu (tahun 2015) lagi nge-hitz banget. Belakangan berasa pada banyak yang jatuh cinta dengan alam, wisatanya wisata alam. Banyak objek … Continue reading Kolam Abadi