Kakak dan Pura

Dengan latar belakang #gunungagung dan ditemani kabut pagi itu tidak menyurutkan langkah kami. Masih edisi musim hujan. Pura #lempuyangluhur ini konon katanya adalah pura tertua di #bali . Sediakan waktu setengah hari di sini agar bisa trek sampai pura teratas. Di atas kita bisa melihat laut dan pegunungan. Hanya saja saat itu hujan sehingga kami berteduh di warung warga lokal.

Hujan-hujan makan bakso ditemani kopi panas boleh juga. Terlebih lagi ngobrol dengan anak ibu warung. Ibu warung punya 2 anak yang masih kecil, sang kakak duduk di bangku SD. Pulang sekolah lanjut trek ke Pura untuk membantu ibunya jualan. “Sekolah saya jauh kak di bawah” ceritanya. Dengan sigap kakak mengantar bakso pesanan kami. Kelihatan kakak sering membantu ibu, dia tahu seluk beluk kerjaannya. Karena hujan tak kunjung berhenti, kami menyantaikan diri di warung ibu, habis bakso lanjut snack dan ngobrol-ngobrol dengan kakak. Sang adik lebih malu-malu.

Oya, jualan ibu tidak mahal lho, sebelumnya berpikir jajan di tempat wisata pasti akan mahal. Retribusi di pura ini sukarela. Diwajibkan menggunakan sarung ya, jika tidak ada, di pintu masuk kita bisa menyewa seharga 10k per sarung. Semuanya jelas tertulis di pintu masuk.

Masih hujan dan karena mengejar kapal ke #lombok dan pesawat pulang ke #jakarta , maka kami tidak melanjutkan trek ke pura di atas. Kalau main ke #balitimur jangan lupa ke sini ya, #puralempuyangluhur .

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s