die Mutter

Mama adalah sosok yang selalu kukagumi. Walaupun tidak begitu banyak yang kuingat, namun kelembutan, ketangguhan, semangat hidup dan ajaran mama selama 16 tahun akan selalu kukenang. Banyak yang mengenang mama adalah sosok yang begitu setia kawan, loyal dan lebih mengutamakan orang lain. Tidak sedikit juga yang menyesali kepergian mama yang begitu cepat. Mama akan selalu memilih porsi yang “paling sederhana” dibanding yang lainnya.

“Ma, ku tak sanggup lagi menghapal pelajaran ini”, ucapku di saat esok adalah ujian Sejarah ketika di bangku SMP. Perjanjian Linggarjati, Rengasdengklok, tahun-tahun bersejarah dan nama-nama pahlawan sudah cukup memenuhi pikiranku malam itu. Menghapal adalah kesulitanku. Namun dengan tenang dan senyum mama berucap “Yang penting kamu sudah berusaha dan bisa lulus, mama ga menuntut kamu bisa juara”. Lega rasanya mendengar ucapan mama.

Banyak perubahan yang terjadi setelah kepergian mama. Tidak terkecuali papa, papa sekarang menjadi “single parent” yang selalu mengayomi dan mengkhawatirkan anak-anaknya.


Ada 2 hal yang tidak bisa ditunda dalam hidup ini, berbakti kepada orang tua dan berbuat kebaikan.
~ Renungan Master Cheng Yen ~



Love you Mom! Love you Dad!
Happy mother’s day to all mom in this universe!

Repost from my Instagram on Dec 22nd, 2016.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s