Hak Pilih

Pagi ini #15Feb17 saatnya #jakartamemilih, karena beberapa member dalam Kartu Keluarga saya tidak terdaftar di #DPT maka kami sempatkan datang pagian di jam 7:15 di #tps10 #kembanganselatan berharap dapat mengambil surat suara dulu. Saya menanyakan ke 2 bapak yang sedang memverifikasi surat pilih. Karena tidak terdaftar di DPT maka saya disuruh menunggu di jadwal pemilihan jam 12-13.

Kami balik lagi ke TPS10 itu di jam 11:55 dan meminta surat pilih namun diinfo surat pilih habis, hanya tersedia 20 surat cadangan untuk yang tidak terdaftar di DPT dan yang dapat memilih di jam 12-13. Awalnya saya sudah diingatkan kalau nantinya tidak akan mudah untuk dapat surat pilih. Dan faktanya keributan pun terjadi, banyak warga yang punya #hakpilih marah, ga ikhlas dan kecewa karena tidak dapat memilih. Kami diarahkan ke TPS terdekat yaitu TPS2. Sampai disana diinfo surat juga habis. Balik lagi ke TPS10, ternyata ada beberapa warga yang tadinya masih nunggu disana kebagian surat dengan kuota 20 tadi. #merasadibodohin dan #dibohongi tuk #pertama kali. Infonya tiap TPS hanya disediakan surat cadangan 20 sementara yang tidak terdaftar di DPT bisa berkali lipat. Bagaimana cara berpikir kpu #pilkadadki2017 ini? Kuota ini juga tidak pernah disampaikan ke warga. Sebelum hari pemilihan, saya beberapa kali ke kelurahan untuk meminta pendaftaran di DPT namun kpps tidak pernah ada di sana, di telepon saat itu juga tidak ada yang angkat. Telepon agak siangan baru diangkat dan diarahkan untuk menyerahkan KK dan surat keterangan ektp atau ektp langsung di TPS dan bisa memilih. Terdengar sangat gampang yah.

Kami diarahkan kembali ke TPS9 yang katanya masih ada sisa surat cadangan tersebut. Kami sekitar 15 warga pun segera ke sana, ada yang jalan karena lebih efisien, ada yang bawa motor. Setiap melewati TPS, saya berhenti untuk menanyakan apakah masih ada sisa surat namun hasilnya nihil. Paling sakit hatinya ketika di TPS8 kembangan selatan. Di sana masih tersisa surat namun kami diusir dan disuruh untuk menunggu di luar lokasi karena diinfo warga TPS sana masih banyak yang belum memilih, walaupun waktu terus bergulir menunjuk jam 12:30. Padahal banyak artikel dan arahan dari RT setempat bahwa kita bisa memilih ke TPS terdekat jika masih ada surat sisa dan surat dapat diberikan ke warga yang duluan sampai di TPS.

RT kami pun berdiskusi dengan RT TPS8, namun RT TPS8 tetap tidak mengijinkan kami. Kami diarahkan ke kelurahan #purikembanganselatan. #merasadibodohin dan #dibohongi tuk #kedua kali. Namun berharap ada harapan, kami pun menurut dan mengejar waktu sebelum jam 13. Yang lain pada memilih angkutan umum ke kelurahan karena tidak mungkin untuk kembali ke area TPS10 untuk bawa mobil.

Saya dan anggota keluarga menancap gas motor ke kelurahan, namun melewati TPS2 #kembanganutara, saya pun turun untuk menanyakan namun infonya juga habis. Warga TPS di sana juga banyak yang tidak dapat surat. Saya terfokus ke satu warga yang cukup memperjuangkan haknya. “Saya ga ikhlas kalau hari ini saya tidak dapat memilih. Saya akan tunggu disini sampai saya dapat memilih!“, ucap beliau. Selang beberapa menit petugas disana mendapat telepon dari tim #kpu #kpps yang menginfokan surat cadangan dapat difotocopy sehingga warga di sana dapat memilih namun untuk warga yang bukan di area sana tidak diperkenankan. #merasadibodohin dan #dibohongi tuk #ketiga kali.

Karena sudah janjian di kelurahan maka kamipun menuju ke kelurahan. Di sana tidak ada harapan sama sekali dan waktu sudah menunjukkan pukul 13:00. Teriknya matahari, hausnya dahaga dan perasaan kecewa melajukan motor kami pulang. Namun karena masih tidak ikhlas, kami berhenti di TPS28 Kembangan Utara, TPS terakhir yang harapannya suara kami bisa didengarkan. Kami diarahkan untuk membuat surat pernyataan namun surat tsb tidak dapat di-ttd petugas TPS yang bukan asal TPS kami. Ketika saya menceritakan kasus fotocopy surat pilih tadi, petugas TPS28 menginfokan bahwa itu adalah kecurangan.

Kami balik ke TPS asal kami untuk meminta tanda tangan surat pernyataan bahwa hak suara kami hilang dan tidak dapat memilih. Bahkan kami diguruin oleh petugas akan isi surat pernyataan tersebut. Namun di sana para saksi kabur ketika diminta tandatangan, petugas KPPS katanya sedang keluar makan, tidak ada yang berani untuk tandatangan surat pernyataan kami. Kami disuruh menunggu lagi, katanya petugas kelurahan akan ke TKP. #merasadibodohin dan #dibohongi tuk #keempat kali. Beberapa dari kami mulai menyerah, surat pernyataan kami tidak dilayani, petugas lurah tidak kunjung datang. Beberapa dari kami pun pulang dengan kecewa. Saya sampai rumah sekitar jam 14:00.

Apa sih hak itu? Kenapa malah sulit digapai? Apakah kami rakyat kecil ini mudah dibohongi dan seenaknya para oknum mengambil hak kami? Kuakui saya memang bodoh tapi apakah layak diperlakukan seperti itu padahal itu adalah hak kami? 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s