Sampai Jumpa Kembali

Kedatangan saudara dari negeri tirai bambu, kami putuskan untuk membawa mereka jalan ke Lembang karena yang paling dekat dari Jakarta. Tujuan utama kawah putih dan tangkuban perahu yang merupakan primadona dan ciri khas wisata alam Bandung. Agak khawatir juga bakalan macet karena saat itu adalah long weekend. Plannya hari pertama ke kawah putih kemudian balik … Continue reading Sampai Jumpa Kembali

Advertisements

Puasa, Nafsu dan Bersyukur

Puasa, Nafsu dan Bersyukur

The Errol Way

Senja yang terlukis di langit kemerahan mulai mendekap hamparan sawah yang kekuningan. Sebagian warna biru langit mulai bercampur dengan warna senja dan sawah, sungguh lukisan yang sempurna. Lukisan ini sering terlukis dan diperhatikan ketika berpergian menggunakan kereta. Saatnya temen-temen muslim untuk berbuka puasa. Perjuangan sehari itu patut dirayakan. Setelah berbuka, tidak lupa mengucap syukur dan mulai berkumandangkan doa. Pemandangan yang syahdu, berdoa bisa dilakukan di mana saja.

Puasa bisa berarti menahan diri atas sesuatu. Misalnya puasa makan maka ia sedang melatih diri untuk tidak makan. Mungkin menahan diri untuk tidak makan masih sanggup dilakukan. Namun dibalik itu, ujian sebenarnya adalah menahan nafsu. Tidak makan adalah aktivitas nyata sementara nafsu yang berhubungan dengan emosional seseorang yang dapat menyebabkan hasrat atau keinginan agak menjadi tantangan. Bukan karena lapar ia makan, namun ia tergoda akan nafsu. Kita harus berpegang teguh pada pendirian agar tidak tergoda nafsu tersebut. Akan tetapi nafsu bukan berarti hal…

View original post 90 more words

Jalan – Jalan Ga Selalu Mahal kan?

Jalan – Jalan Ga Selalu Mahal kan?

The Errol Way

Kapal merapat di pelabuhan Padang Bai sekitar pukul 14:00. Setelah pamitan dengan keluarga dan sebungkus nasi di genggamanku, aku berjalan ke dermaga dan naik ke kapal. Rintik hujan saat itu membawa awan hitam di tengah laut. Kapal mulai menjauhi dermaga pukul 14:15. Perjalanan dari Pulau Dewata ke Negeri Seribu Mesjid memakan waktu sekitar 4 jam. Perkiraanku akan sampai di pelabuhan Lembar sekitar jam 6:15. Pulau Bali semakin menjauhi kapal dan perlahan menghilang di hadapanku. Tertinggal bayangan gunung Agung dan gunung Abang yang berdiri dengan megah di belakang kabut. Sesekali kumenatap dalam ke laut, menanti hewan laut seperti yang bisa kulihat saat menyebrang ke Lampung. Namun hanya ada buih air yang terbentuk dari benturan kapal ke laut.

Kurang lebih 4 jam, kapal mendekati pulau Pedas itu. Namun antrian merapat ke dermaga memakan sekitar 1 jam. Laut dan langit saat itu sangat bersahabat. Awan hitam di tengah laut itu seperti menemani kapal…

View original post 577 more words

Mengejar Bayangan

The Errol Way

Si hitam itu selalu mengejarku. Kuberlari semakin cepat, semakin cepat juga ia menyusulku. Ketika di depan dihadang jalan bercabang, kupilih lorong gelap itu. Berharap bisa sembunyi dan beristirahat sejenak. Dan benar, tiba-tiba ia hilang ketika saya masuk lorong gelap itu. Perlahan tak terdengar derap kakinya lagi. Apakah ia sama denganku yang takut akan lorong gelap?

Pernahkah ku kejar impianku layaknya bayangan yang selalu mengejarku? Rasanya sudah lama kuterbenam di tempat ini yang begitu nyaman. Hasrat itu tidak sekuat ketika kududuk di bangku perpustakaan kampus. Begitu banyak impian dan keinginan yang bertandang di to-do list. Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, bulan berganti tahun. Namun kaki ini masih berdiri di tempat.

Kutermenung cukup lama dan rasanya harus kusudahi istirahat ini. Kucoba bangun namun beberapa kali kuharus duduk kembali sebelum bisa berdiri dengan mantap. Otot ini sudah mulai kaku karena kurangnya aliran darah ketika istirahat panjang tadi. Kulihat ke belakang apakah sosok…

View original post 99 more words

Terima Kasih

Saat caimpaign #pendekinrambutmelisa di September 2015 dilakukan, blog ini belum lahir. Jadi setelah adanya blog ini, saya harus mengabadikan moment tersebut dan mau mengucapkan terima kasih sekali lagi kepada keluarga, sahabat dan social angels yang sudah menjadi superhero bagi para anak-anak yang tengah berjuang menghadapi kanker. Sebelumnya mungkin sudah saya ucapkan melalui private message ya. Dana … Continue reading Terima Kasih

Keluarga

Paman yang masih berumur 2 tahun, sekeluarga mereka di bawa paman kakek kedua migrasi ke daratan China. Saat itu tahun 1965 di mana kelahiran Indonesia etnis China secara besar-besaran dibawa ke negeri tirai bambu. Begitu banyak cerita saat tragedi tahun 65 silam itu. Paman kakek pertama telat mengirim surat ke paman kakek kedua, mereka sudah terlanjur … Continue reading Keluarga

Menunggu Layaknya Bambu

Lebih baik terlambat memulai daripada tidak memulainya sama sekali. Menunggulah seperti pohon bambu yang walaupun daun dan rantingnya tidak akan bercabang ke samping dan mengganggu tanaman di sekitarnya namun ia akan tetap tumbuh menjulang ke atas.

The Errol Way

Kunanti derap kaki di koridor kosong dan gelap itu. Harap cemas penantian ini akan berbuah sia-sia. Apakah sudah cukup di sini penantianku? Toh ini tidak akan ada hasil yang bisa memuaskanku. Atau apakah usahaku kurang panjang dan tetap melanjutkan apa yang sudah kuperjuangkan? Mungkin dengan sedikit perubahan sehingga kubisa lebih berkreatif dan tidak merasa bosan. Namun sebenarnya bukan aku yang berubah, ku masih seperti dulu. Yang berubah adalah pemikiranmu terhadap objek tersebut.

Menanti adalah hal yang tidak disukai banyak orang. Ketika menunggu temanmu yang lama, menunggu bus yang tak kunjung datang sementara kamu sudah telat ke kantor, menunggu antrian panjang di jalanan macet Jawa. Yang bisa dilakukan adalah bukan mengeluh, kamu bisa membaca, menulis, belajar kosa kata baru di luar bahasa ibu, mendengar musik, dan sebagainya.

Namun bagaimana jika kondisinya adalah menunggu orang terkasih yang sedang terbaring di ranjang putih itu? Yang bisa dilakukan adalah berdoa dan mengharapkan yang terbaik…

View original post 115 more words